
Akad diakui ataupun tidak, pada hakikatnya menjadi salah satu bahasan penting dalam Islam. Hal ini lantaran hampir setiap saat ataupun setiap waktu istilah ini seringkali kita pergunakan. Misalnya dalam jual beli, urusan pernikahan, atau dalam hal lainnya.
Sebagai uraian yang lebih terperinci dalam pembahasan kali ini kita akan mengemukakan tentang definisi akad dalam Agama Islam.
Daftar Isi
Akad dalam Islam
Dalam tinjauan etimologi atau bahasa pengertian akad adalah ikatan dua perkara, baik ikatan secara nyata atupun ikatan secara maknawi, dan sari satu segi maupun dua segi. Sedangkan menurut terminologi ulama fiqih, akad dapat ditinjau dari dua segi, yaitu secara umum dan secara khusus.
-
Akad Secara Umum
Secara umum arti akad (perikatan atau perjanjian) dalam arti luas hampir sama dengan pengertian akad dari segi bahasa menurut pendapat ulama Syafi’iyah, Malikiyyah, dan Hambaliyah. Yaitu adanya segala sesuatu yang dikerjakan oleh seseorang berdasarkan keinginan sendiri, seperti wakaf, talak, pembebasan, atau sesuatu yang bentuknya membutuhkan keinginan dua orang seperti jual beli, perwakitan, dan gadai.
-
Akad Secara Sempit
Pengertian akad dalam arti khusus atau sempit adalah sambungan ataupun janji yang dikemukakan oleh seseorang kepada pihak lainnya.
Pengertian Akad Menurut Para Ahli
Definisi akad menurut para ahli, antara lain;
-
Ibdu Abidin
Akad adalah perikatan yang ditetapkan dengan ijab-qobul berdasarkan ketentuan syara’ yang berdampak pada objeknya.
-
Al-Kamal Ibnul Humam
Akad adalah pengaitan ucapan seseorang yang akad dengan yang lainnya, secara syara’ pada segi yang tampak dan berdasarkan pada objeknya.
-
Ad-Dasuki
Menurut pendapatnya, mengatakan bahwa akad memiliki tiga rukun, yaitu; orang yang akad yang disebut dengan ‘aqoid, sesuatu yang diakadkan (maqud alaih), dan shighot, yaitu ijab dan qobul.
Demikianlah bahasan mengenai pengertian akad menurut para ahali dalam Islam. Semoga dengan adanya pengertian ini dapat memberikan wawasan dan pengetahuan bagi setiap pembaca yang sedang mencari refrensi tentang “Akad”.